Selasa, 03 Mei 2016

Usus Buntu ?

3 Mei 2016

Pada saat cerita ini ditulis, saya sedang menunggu lab Parahita untuk pemeriksaan apendicogram.

Jadi pemeriksaan ini untuk mengetahui dengan pasti dan jelas apakah usus buntu kita radang atau tidak. Dan ini rekomendasi dari dokter setelah hasil lab dan USG keluar.

Keluhannya sih bermula seminggu yang lalu. Kok tiba2 perut sisi kanan bawah dekat pusar kok sakit. Tapi sakitnya timbul tenggelam. Dan intensitasnya gak selalu ada.

Saya pikir nih mungkin makanan gak beres atau efek GERD saya. Tapi kok tiap hari makin lama makin intens. Namun saya tidak mual ataupun sakit panas.

Memang gejala usus buntu yang terasa pada umumnya adalah perut kanan sakit, apalagi kalau sudah ditekuk kaki kanannya, mual, muntah dan sakit panas.
Kalau dari yg dibaca di internet sih ini yang kategori akut. Dan perlu tindakan segera yakni operasi.

Nah kalau saya. Kok ya gak sakit panas. Gak mual dan gak muntah. Apa ini sakit liver (hati) atau ginjal atau gimana nih ?
Dan saya baca juga bisa saja sakit usus buntu kronis. Dimana gejalanya samar samar.

Karena hampir 1 minggu dan masih berjalan, maka hari minggu siang kemarin saya coba untuk periksakan dengan masuk UGD di RS Premiere Surabaya.

SPOILER ALERT : siap siap uang banyak keluar ( sementara ini masih ikut asuransi kantor , syukurlaaah)

Jadi saya diperiksa disana dengan prosedur :

1. Keluhannya apa pak ? Perut sisi kanan sakit, ada diare baru hari ini.
2. Kemudian saya diminta menekuk kaki kanan saya . Dan kerasa sakit sih. . . Ouch.

Dokter jaga mengindasikan bahwa kemungkinan ini usus buntu. Beliau info kalau diperlukan tes darah, urine dan USG abdomen.

Nah berhubung hari minggu, yg ready cuma tes darah dan urinenya. Jadi akhirnya saya tes aja dulu.

Hasil tes kurang lebih 2 jam kemudian keluar, dan dokter melihat dari sel darah putih sudah naik. Dan dari urine normal.

Jadi tinggal cek USG saja.

Dan diberikan obat antibiotik. Obat mual dan asam lambung.

Senin kemarin, saya melakukan USG abdomen atas dan bawah di lab parahita (dengan pengantar surat USG dokter). Memang saya milih diluar RS karena untuk mengurangi biaya saja sih.

USG abdomen kurang lebih 630 ribu. Dan hasilnya ditunggu 10 menit sudah jadi.

Di USG dicek semua organ organ yang ada di perut. Liver (hati), pankreas, ginjal, empedu, dan tentu saja usus buntu.

Dari hasil USG ditemukan bahwa kemungkinan usus buntu awal, atau bisa jadi colitis. (Entah ini apa lagi ya ?)

Nah akhirnya dari internis diminta untuk melakukan apendicogram ini untuk memastikan.

Sebelum cerita apendicogram. Apa yang saya rasakan. Dari minggu sampai selasa ini.

1. Nyeri di sisi kanan makin sering terasa
2. Badan meriang ( terasa panas) lebih sering tapi tidak sampai panas temperaturnya. Sekitar 36.4 - 36.8 saja
Dan tidak mual juga
3. Nafsu makan agak sedikit berkurang

Lanjut ke Apendicogram.

Saya balik lagi senin sore ke lab parahita untuk mendapatkan informasi tentang apendicogram. Biaya appendictogram ini sekitar 600 ribu Dan saya coba search dulu di internet pengalaman dari yang sudah melaksanakannya.... supaya bisa prepare juga sih.

Apendicogram ini kita diberikan bubuk Barium (bubuk putih) seperti tepung. Dan diminta kita meminumnya jam 12 malam karena untuk dilakukan pengecekan dengan rontgen jam 7 pagi.

Jadi bubuk dilarutkan di air hangat. Bubuk sudah ada takarannya. Dan dihabiskan. Rasanya seperti minum santan kelapa gitu. Gurih gimana gitu.

Dan diharuskan puasa minum dan makan dan buang air besar sampai pemeriksaan. Yang gak oke itu kan buang air besarnya karena kebiasaan saya kalau setiap pagi sudah wajib setor. Hehehe

Terus terang tidur jadi enggak nyaman karena kepikiran appendictogram pagi hari.

Singkat cerita saya melakukan rontgen dan difoto denga 6 gaya...... yakni :
1. Terlentang ( difoto 2 kali)
2. Miring kanan
3. Miring kiri ( difoto 2 kali)
4. Tengkurap

Nah di sesi foto itu. Ada alat bantu yg ditaruh di sekitar perut. Nah pas yg kena area usus buntunya. Astaga nyut nyut an....

Kata mas yg jaga di labnya ini supaya mendapatkan gambaran yg jelas untuk kondisi usus buntunya. Oh ya cairan yg kita minum gunanya untuk melihat ketika di rontgen itu apakah cairan itu mengalir ke usus buntu tersebut atau tidak.....
Waktu untuk rontgen ini kurang lebih 20 menit. Dan ruangannya dingin banget.

Hasil dari rontgen diambil sore. Sekitar jam 1600 WIB. Jadi deg deg an tunggu hasilnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar