Rabu,
6 Juli 2016
Tulisan ini saya mau dedikasikan untuk saya sendiri dan saudara-saudara diluar sana yang kadang merasa Gelisah dan Cemas dan merasa Sendiri.
Kenapa penyakit GERD ini terjadi di kehidupan kita.
Satu hal yang disadari atau tidak. Kondisi ini terjadi salah satu faktornya akibat gaya hidup kita yang mungkin sembrono dalam menjaga pola makan atau pola kesehatan tubuh kita.
Jadi mari kita bahas beberapa pertanyaan yang saya sering tanyakan diri sendiri. Saya mau share ini dengan gaya Suroboyo-an dan sedikit serius dan guyonan. (Biar bisa selalu tersenyum 😆 dan tidak STRESS)
Kenapa GERD bisa menimpa saya?
Ya bisa, namanya juga penyakit. Ingat nggak cara hidupnya bagaimana. Olahraga sering nggak.... jarang jarang juga kan.... lihat makannya makan apa saja? Gorengan, yang berkeju dan coklat bertaburan dimana mana. Apalagi kalau soto daging jeroan atau coto makassar. Wuduuuh enak banget daaaah..
Pedasnya sambal. Selalu bergelora di dalam lidah. Dan asemnya dan enaknya tom yam soup.
Buah ? Kelihatannya jarang deh dimakan. Ya kalau ada dan suka saja. Kalau durian atau jus alpukat sih oke saja. Langsung LAAAP dimakan.
Jadi saudara..... ini sudah kejadian. Sudah TERJADI. Jadikanlah suatu PELAJARAN untuk membuat kehidupan kesehatan kita lebih baik.
Yang belum olahraga. Marilah berolahraga tiap hari. Saya sendiri usahakan setiap pagi. Berjalan kaki keliling komplek kurang lebih 10 menit ( itu 0,8 km)
Yang gak suka makan buah dan sayur. Yuk tiap hari makan buah dan sayur. Paling enggak kalau makan ada sayurnya.
Yang suka makan keju dan coklat ataupun yang berlemak. Ayo dikurangi deh... boleh dimakan cuma porsinya dikurangi... lebih baik gejala tidak muncul kaaan. Daripada susah belakangan.
Yang doyan makan pedaaaaasssss... ayok di STOP dahulu. Saya doyan buuuuanget makan pedas. Nomer satu. Kalau gak pedas gak afdol. Makan mie level yg paling pedes. Makan ayam goreng (fried chicken) yang pedas. Akhirnya saya hentikan TOTAL dahulu.
Baru setelah 3 bulan baru berani mencoba lagi, namun porsinya sediiiikiit banget dan enggak sering sering.
Yang merokok dan mengopi. STOP juga. Saya tidak merokok dan bukan penggemar kopi juga. Kopi saya yang model sachet dan instan, dan diminum pas waktu mengantuk saja. Jadi buat hal ini saya tidak terlalu sulit sih.
GERD bisa sembuh gak sih ?
Ini pertanyaaan agak susah juga ya. Jujur saja kalau dari dokter saya infokan.
" Ya ini penyakit bisa kambuh kalau tidak menjaga pola makan dan kesehatan, jadi lebih baik BERSAHABAT dengannya. Dan tubuh kamu baik saja, hanya lambungnya yang kurang baik", kata dokter.
Saya setuju dengan hal ini, dan membuat sedikit rasa plong dan menerima penyakit ini dengan rasa syukur. Toh daripada dipikirin, ntar jadi gelisah, cemas.dan PANIC ATTACK terjadi.
Apabila ada saudara yang sudah sembuh, saudara patut bersyukur dan saudara bisa sharekan tipsnya apa sehingga saudara yang mau sembuh bisa terpacu untuk sembuh. Dan yang pasti saudara yang sembuh pasti memiliki disiplin yang kuat dalam menjaga pola makan dan kesehatannya. Karena saya juga tidak disiplin banget. 😥
Apabila saudara yang masih dalam proses PENYEMBUHAN dan PEMBELAJARAN. Yuk tetap semangat. Jangan putus asa. Memang susah, memang kadang kadang pengen berhenti, memang penuh derita. Tapi hidup harus dijalani kan...... dan ada saudara yang lain yang juga mengalami hal yang sama.
Kok susah ya dapat info yang jelas soal GERD di internet ?
Nah ini, saya mengalami hal yang sama. Karena yang saya baca di internet pembahasan hanya sepintas saja gejala,cara pengobatan, dan penanggulangan.
Seingat saya ada grup di facebook perihal GERD ANXIETY INDONESIA. Saya sih belum bergabung. Cuma saudara bisa bergabung karena disitu ada wadahnya untuk saudara yang saling share soal GERD ini.
Saya belum dapat jurnal kesehatan di luar negeri soal GERD ini juga. Pengen tahu juga sih pengobatan dan penanggulangan GERD diluar negeri seperti apa. ☺
Saya menulis blog ini paling tidak ada hal hal yang bisa membantu dalam menginformasikan GERD ini
Pengobatan kimia atau herbal yang bisa cepat ?
Saya agak susah jawab. Karena bukan latar belakang medis.
Pengalaman Saya konsumsi obat kimiawi. Ranitidine. Yang saya minum bila diperlukan saja, bila gejala timbul. Dan bisa 1 hari cuma minum 1 pc ranitidine dan paling banyak 3 pc dalam 1 hari.
Kalau secara herbal. Ya saya minum madu dan minyak zaitun di pagi hari 1 sendok makan tiap hari.
Minum temulawak (instan) juga jarang jarang.
Minum suplemen herbal tidak pernah dicoba.
So far yang saya jaga adalah pola makan dan kesehatan saya saja.
Yang pasti minum air putih saya banyaaaaakk.
Saya kebiasaan menulis setiap hari makanan yg saya makan dan obat kimia ato herbal yg saya minum dan gejala yg timbul sih.
ADUH, kok jantung berdebar debar begini ya?
Saya pertama kali juga sama kok. Akhirnya berangkat ke UGD jam 22.00 WIB untuk periksa. Karena pada saat itu jantung berdebar kencang dan keringat dingin serta sesak nafas
Dan itu hal yang benar dilakukan. Karena pada serangan awal kita tidak tahu yang kita derita apa. Jadi pergi ke rumah sakit atau dokter adalah sesuatu yang WAJAR dan HARUS dilakukan.
Setelah dilakukan pengecekan. Lho kok di EKG normal jantungnya. Meski tekanan darahnya sampai 160/90 yang berangsur angsur turun setelah 5 menit ke normal.
Dan ditanya oleh dokter UGDnya dan diinformasikan ini hanya psikosomatis dan diberikan penenang dan obat lambung.
Dan kejadian UGD itu terulang sampai 3 kali dalam 1 bulan, dan ditemukan tidak apa apa terhadap pemeriksaan jantungnya.
Nah baru setelah itu dicek lebih lanjut....
TUHAN, tolong saya.....
Ini seruan saya. Dalam kondisi saya down, dan gelisah. Susah kalau sudah kondisi ini.
Pertolongan awal saya adalah mencegah produksi asam lambung berlebih, sehingga saya minum tuh ranitidine. Karena bila asam lambungnya berlebih. Muncul dah gejala gejala lain.
Dan kemudian saya mencoba menenangkan diri dengan berdoa. Dan mohon kekuatan dan hikmahnya dalam menjalani penyakit ini.
Akhir kataa.....
Tetap semangat buat kita semua. Usahakan jangan cemas. Gelisah. Dan lebih tenang dan berserah pada TUHAN.😁
Tidak ada komentar:
Posting Komentar