Hai saudara saudara,
Apa kabar ? Semoga selalu sehat dan tetap semangat. Kali ini saya mau melakukan update apa yang saya lakukan selama bulan Juli sampai dengan Agustus 2016 ini.
Untuk GERD ya bisa dikatakan saya masih sering terjadi gejal gejala yang saya utarakan di bulan Juli kemarin, belum bisa dikatakan membaik, namun mengarah ke lebih baik.
Adapun hal-hal yang saya lakukan dalam 1 bulan ini saya coba ceritakan :
A. OLAHRAGA
Setiap hari jam 04.30 WIB untuk dapat melakukan olahraga ringan, yakni jalan kaki keliling komplek rumah selama 30 menit. Syukur dengan memiliki Smartphone, kita bisa punya data yang baik untuk riwayat jalan saya. Sehari-hari saya menempuh 2,75 km dengan kalori yang terbakar sekitar 260 kkal.
Memang ini awalnya membuat tersiksa, karena subuh-subuh harus bangun lebih awal, olahraga. Diluar masih gelap gulita, sudah jalan keliling. Namun saya mau melakoninya ya supaya ingin lebih sehat lagi, dan sebisa mungkin gejala GERD makin berkurang. Apabila memang pagi hari berhalangan, karena hujan atau kecapekan. Sebisa mungkin sorenya masih bisa olahraga (Catatan : Bila Sabtu atau Minggu, kalau hari kerja.... ya bolos olahraga deh karena capek)
Saya lakukan hal setiap hari... dan efeknya lebih segar di saat kerja, dan jam tidur menjadi lebih cepat. Jam 2130 sampai jam 2200 sudah mengantuk dan ingin tidur.
B. MAKANAN
CUKA APEL
Saya mencoba minum campuran 1 sdm cuka apel dan 1 sdm madu dengan segelas air hangat setiap hari. Saya menggunakan BRAAG APPLE VINEGAR dari Amerika yang ada dijual di Supermarket Import, ya memang harganya mahal dibandingkan dengan cuka Apel biasa, namun patut dicoba untuk kesembuhan.
Setelah minum, efeknya apa ? efek pertama kali ketika meminum adalah dada kok terasa sesak, pengen sendawa terus, jadi terasa kok malah membuat jadi parah. Namun saya berdoa, bila Tuhan ijinkan terapi cuka apel ini menjadi salah satu media kesembuhan, biarlah saya menjadi lebih baik. Dan memang saya sudah mengkonsumsi 1 bulan, tubuh saya bisa menerima hal ini. Dan bila saudara mencoba silakan dilihat dulu, karena tubuh kita berbeda, sehingga hasilnya bisa berbeda.
SAYUR & BUAH
Jumlah sayur dan buah yang saya konsumsi diperbanyak, dan porsi daging menjadi lebih sedikit. Sebisa mungkin dalam 1 hari saya harus makan buah dan sayur. Sebisa mungkin memasak sendiri sayur, dan biasanya saya rebus atau kukus 1 menit kemudian saya buat cah.. seperti kailan, sawi, dsb. Cukup menggunakan bawang putih, garam secukupnya, dan minyak zaitun.
Untuk buah saya menghindari buah buahan yang asam, seperti jeruk. Untuk buah yang asam seperti kiwi, anggur, dan yang lain saya tidak makan, takut kalau kumat nih. Nah bagaimana dengan lemon ? Lemon yang diperas katanya dapat membantu penurunan asam lambung karena zat basa. Saya sudah pernah coba perasan lemon dicampur dengan air hangat atau minum air dengan lemon. Dan efeknya..... tetap ada (kumat asam lambungnya). Saya pernah membaca di artikel luar negeri, bahwa lemon pun tetap asam. Jadi dihindari saja. Berhubung tubuh tidak bisa kompromi dengan lemon dan sejenisnya. Ya sudah dilewatkan saja buah ini.
KEJU & COKLAT & BERLEMAK
Kombinasi yang enak ini saya coba untuk kurangi habis habisan, dan susah banget.... soalnya agak susah cari yang benar benar gak ada keju dan coklat di biskuit, kue. Ya memang untuk supaya mencegah makan sedikit namun teratur seringkali makanan seperti kue, crackers dsb itu yang paling cepat dan siap.
Saya mencoba mengganti dengan makan semacam fruitbar atau roti marie regal itu, cuma konsumsinya cukup 1 potong atau 3 pc roti marie regal. Sebisa mungkin ngemil buah, tapi kalau terpaksa ya makan fruitbar itu.
Untuk jenis jenis kue atau tart yang manis, atau eskirim saya hindari habis habisan. dan masih bisa menahan diri untuk tidak tergoda.
GORENGAN
Apabila harus makan gorengan, saya upayakan tidak makan gorengan dahulu. Seperti pastel goreng, ote ote dan sebagainya. Kalau memang mau makan gorengan saya memilih untuk menggoreng sendiri, misalnya ayam goreng atau apapun itu. Memang bila kondisi TERPAKSA, dan NGEBET. Biasanya kalo edisi NGEBET ini yang bikin susah, karena sudah pengen banget. baru akhirnya makan, dengan resiko kalau kumat ya salah sendiri.
Untuk minyak yang saya gunakan, bila memang deep fried saya akan pakai minyak sawit, dan maksimal 2 kali gorengan, kemudian saya buang. Dan setelah itu menggunakan kertas penyerap minyak untuk menyerap minyak. Nah kan jadi ribet kan kalau menggoreng. Bila untuk menumis, saya akan menggunakan minyak zaitun yang extra virgin olive oil. Bedanya apa extra virgin olive oil dengan olive oil lainnya. Dari artikel di Internet extra virgin olive oil itu hasil penyaringan pertama dari pengolahan olive oil, dan lebih baik. Tapi terserah selera saudara menggunakan yang mana.
DAGING AYAM & DAGING SAPI, IKAN AIR TAWAR & SEAFOOD
Untuk daging, saya berusaha untuk mengurangi, terutama untuk daging merah dan seafood. Untuk seafood, jenis udang, kepiting, cumi cumi sudah saya tinggalkan. untuk pilihan ikan, masih pilih pilih, bila Salmon masih saya makan, namun dalam 1 bulan ini saya belum makan salmon. Ikan dory masih saya makan, dan tidak berefek buruk kepada lambung.
Untuk daging merah, saya usahakan bila ada pilihan lain saya tidak makan daging merah (sapi, kambing, dsb). Dan makan soto daging benar benar saya stop total. Bila saya makan kemarin ini cuma pas acara ulang tahun saya, makan steak tenderloin. Setelah itu mandeg (berhenti) , untuk jangka waktu yang lama.
Daging ayam, saya usahakan makan pilihan dada ayam. Dan sebisa mungkin dimasak sendiri dengan grill. dan menghindari gorengan.
Untuk pilihan ikan air tawar, saya pernah memakan gurami tim kecap, dan hasilnya baik baik saja.
PEDAS
ini salah satu kelemahan saya, kadang kadang bila edisi ngebet, ya akhirnya makan sambal pedas. Namun saya coba kendalikan, yakni sedikit saja, dan apabila sudah makan sambal di 1 hari, maka saya berikan jarak agak jauh untuk tidak makan sambal lagi. Namun ya jujur saja, kadang 2 hari berturut turut makan/mencicipi sambal atau makanan yang pedas. ya kembali lagi, efeknya pasti ada, cuma tidak parah.
D. OBAT
Saya menjalani terapi obat Ranitidine, 1 hari 2 kali yakni pagi dan malam dengan teratur. dan memang meski minum obat, bila namanya makanan dan tubuh tidak dijaga, ya tetap bisa kumat.
C. STRESS
ini yang bikin deg deg seer tiap kali, karena bila stress , maka kerasa tidak kerasa, pasti ada efek di asam lambung, terus terang saya agak susah mengelola stress ini. Saya berupaya untuk meyakinkan diri sendiri bahwa tetap tenang, tapi namanya pikiran masih jalan sehingga ya.... ada efeknya asam lambung. Upaya terakhir saya selalu dengan doa kepada Tuhan untuk diberikan hikmah dalam menjalani kehidupan dan permasalahan yang ada dan terjadi.
Untuk mencegah stress ini saya berupaya untuk lebih menjalani kehidupan dengan syukur dan kepala dingin. Dan berusaha untuk lebih tertawa, memberikan kejutan kejutan kecil yang membuat orang senang, berupaya untuk lebih senang. Karena hati yang senang adalah obat. Dan implikasinya asam lambung jadi semakin berkurang. Amin
Nah sekilas hal yang saya lakukan selama 1 bulan ini, dan kejadian menarik adalah ketika saya melakukan posting ini di google plus saya, eh saya dikontak teman komunitas saya di Bali, bahwa dia juga mengalami hal yang sama yakni GERD, dan baru saja sekitar bulan Mei terjadinya kejadian GERD ini.
Saya senang karena bisa saling sharing dan menguatkan serta berbagi tips. Dan harapan saya, saya juga belajar dari saudara apabila ada tips tips yang baik sehingga gejala GERD ini semakin berkurang. Semoga semua makin sehat.
Dan saya semakin lama semakin menjalani kehidupan yang sehat ini sangat penting. Saya juga baru saja melakukan check darah lengkap, dan kolesterol serta asam urat saya diatas batas normal, ini yang sedang saya kejar untuk bisa kembali ke batas normal. Dan cek ECG terakhir masih baik dan normal.
Untuk berat badan masih tetap di 88 kg, dan masih belum turun. :)
Terimakasih bro Rai atas supportnya . :)
#GERD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar